|PUISI| Cuma kita

February 26, 2021 0 Comments

Oleh: Melur dan biasĀ 

Disebuah malam penuh artikulasi
ku tatap, kau lekat
kita duduk, berdua sahaja
menjunjung kasih, budi diterima
lantas kita berkenalan
dengan bahasa yang tidak kumengerti
kita sudah terbiasa mengucapkan kata-kata lain

Kita akan menuju waktu
segala gegas sengaja diperlahankan
kita akan menghitung, setiap kelkatu yang jatuh
kita akan menanam, setiap benih-benih keabadian
kita akan, sibuk mencari pegangan
kita, sudah terlalu fasih mengunyah tebu

Sepertinya —
kata-kata kita selamat berpisah
pada detik se-puluh malam

Rabu, Februari ke-24, 2021
Hulu Langat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *