|Puisi| Menjadi Negara

Oleh: Fazrul Azril Luas laungan merdeka kalian, kita sudah beroleh negara sendiri, kita dukung kemerdekaan dari semenanjung ke borneo. Kita jadi negara! Kongsi suka dan bebas! Tetapi. Apa duka juga…

Continue Reading

|Puisi| Aku dan Anjing

Oleh: Mohd Rosyaidi Pagi dan santai dengan segelas kopi menghirup manis pahitnya sambil kepala pusing memikirkan hari ini kudrat apa lagi   mahu dilepaskan. Atas kerusi hitam badan lena menyandar menghirup…

Continue Reading

|Puisi| Wanita dan Bangun Pagi

Oleh: Melur dan Bias Wanita dan bangun pagi, tidak mengapa, faham. Aku angguk, kenapa dia membencikan, tembakau dan candu. Udara ini tidak akan lagi segar, rumput dan embun. Seperti selalunya.…

Continue Reading

|Puisi| Hujan

Oleh : Mohd Rosyaidi Malam ini hujan datang hendak menemani kita-kita sedang menikmati nyaman di tepi-tepi ini.   Melihat sosok-sosok seharian menggagah diri mencari suapan nasi untuk hari ini dan…

Continue Reading

|Puisi| Impianku

Oleh: Achmad Fatkur Damailah di sana wahai lautan yang tenang tidurkan dirimu di atas pangkuan nelayan mereka tidak tidur mereka tidak makan keranamu mereka berserah. Hasil hari ini adalah untuk…

Continue Reading

|Puisi| Kapsul Kehidupan

Oleh: D’Hamdan.M Sedasawarsa sering meniti, dari bibir ke bibir umat manusia, di tiap empat penjuru dunia, di tiap lara yang menerpa.   Banyak qalbu terpedaya, solusi segala lara wang semata,…

Continue Reading

|Puisi| Cinta dan Lucu

Oleh: Mohd Rosyaidi   Cinta itu agak lucu juga kadang membuatkan diri jadi kosong kadang membuatkan diri seperti butir pasir di pantai agak luar biasa lucunya.   Cinta dan lucu…

Continue Reading

|Puisi| Bicara Untuk Bungkam

Oleh: Mohd Rosyaidi   Melulu mereka berbicara berlian dan emas ingin dikotakan sebelum berada di atas acara demi rakyat yang kononnya disengsarakan.   Merdu suara mereka berlagu mendendangkan lirik-lirik lunak…

Continue Reading

|Puisi| Firman Cinta

Oleh : MoonGulam   Cinta tahfifah Allah untuk menetas kasih dan takwa. seperti Rasulullah cinta umatnya seperti Nuh cinta anaknya seperti Zulaikha cinta kekasihnya lalu, kenapa aku terkunci dalam stereotaip…

Continue Reading
Close Menu